Langkah Mudah Atasi Bayi Gumoh Setelah Disusui

Bayi yang baru lahir memang lebih dianjurkan untuk diberi asi dibandingkan dengan susu formula lainnya. hal ini dikarenakan kandungan asi jauh lebih lengkap dan juga mudah untuk mereka cerna. Selain itu tidak perlu keluar banyak uang untuk membelikan produk susu formula yang dijual di pasaran. Asi memang alternatif terbaik untuk menunjang nutrisi buah hati. Namun ada kalanya mungkin beberapa masalah yang dialami oleh buah hati setelah disusui atau minum asi, seperti yang paling sering terjadi adalah mereka tiba-tiba muntah.

Hal tersebut bisa dikarenakan karena ibu yang sedang menyusui tersebut mengkonsumsi makanan atau minuman tertentu yang memang dapat memicu peningkatan asam lambung. Sehingga buah hati menjadi muntah selepas disusui atau istilah lainnya adalah gumoh. Berikut ini setidaknya ada beberapa alternatif atau cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi bayi yang gumoh setelah disusui, diantaranya adalah:

  1. Pastikan mereka tetap terhidrasi, untuk cegah terjadinya dehidrasi yang disebabkan oleh keluarnya cairan secara terus menerus karena muntah tersebut, maka pastikan mereka tetap terhidrasi, caranya adalah dengan memberikan mereka cairan rehidrasi oral atau yang dikenal sebagai ORS beberapa kali dalam satu jam.
  2. Buat mereka beristirahat atau tidur, ini adalah cara efektif untuk menenangkan atau atasi masalah pencernaan mereka, sehingga tidak berkali-kali muntah, biasanya dokter akan memberikan obat anti mual.
  3. Pastikan buah hati bersendawa setelah minum asi, langkah yang satu ini juga berguna untuk mencegahnya gumoh.
  4. Setelah disusui hendaknya jangan langsung baringkan bayi Anda, melainkan jaga agar posisinya tetap tegak, dengan demikian susu tidak akan keluar lagi.
  5. Berikan ia makanan sedikit, namun sering. Karena dengan sedikit porsi makanan yang dikonsumsi akan membuat buah hati nantinya lebih mudah di dalam mencernanya, sehingga tidak akan menyebabkan muntah.

Coba terapkan 5 hal di atas, bagi yang sering kali gumoh atau muntah ini biasanya tidak bisa mencerna asupan nutrisi secara optimal. Sehingga resiko kekurangan zat gizi juga jadi semakin tinggi.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *